Episode 02
Mereka menelusuri jalur yang
ditunjukan peta itu dan sampailah di sebuah gua gelap dan pengap. Disana penuh
dengan kelelawar. Meraka masuk kedalam gua dan menemukan sebuah kitab yang
berisi teknik bela diri dan beberapa alat perang. Merakapun membawanya pulang
barang-barang tersebut. Sampainya di persembunyian....
“05:56pm”
Claire : Hey, kalian lihat apa
yang kita dapatkan dari gulungan itu (tersenyum)
Reiland : kamu mencuri dari
mana?
Claire : (melempar gulungan)
aku dapat dari sana
Reiland : bukannya ini daerah
berbahaya? Kalian tidak apa-apa kan?
Lucio :
kami baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang membuatku berfikir, ini
(mengeluarkan kalung) ini terlihat masih baru.. lihat semua yang kutemukan,
semuanya berdebu tapi iki bersih..?
Elena : itu seperti tidak
asing.. tp dimana aku melihat kalung seperti itu? (berfikir)
Lucio : kau pernah melihatnya?
Dimana?
Claire : biarkan dia berfikir
Lu.. (terpotong Elena)
Elena :
Dipakai pasukan berjubah yang menculik warga kota. Ya aku yakin kalung itu sama
persis seperti yang dipakai oleh pasukan itu. Dimana kau menemukannya?
Lucio : aku menemukannya
didekat pedang yang aku bawa ini
Reiland : berarti disana
mungkin tempat semua warga diculik.
Keila : kalau gitu ayo kita
kesana dan melihat apa yang masih ada disana
Lucio :
jangan sekarang, terlalu berbahaya jika kita kembali kesana 2x. Lebih baik
nanti malam saja
Claire : ok, sekarang aku
istirahat dan nnti bangunkan aku kalau sudah siap
Lucio : yaa... aku akan
membaca kitab ini (ambil kitab)
“10:30pm”
Setelah menunggu sampai tengah
malam, mereka pun berangkat kembali ke gua tempat barang-barang itu ditemukan.
Sesampainya disana mereka melihat 4
orang berjubah memegang seorang pria yang kepalanya tertutup kain. Mereka
sembunyi di semak-semak dan melihat kejadian yang mungkin tidak ingin mereka
lihat terutama bagi Lucio & Keila.
Claire : siapa orang itu?
Lucio : kita lihat saja C
*Dooorrrrrr* (suara tembakan)
Reiland : mereka
membunuhnya.... (berlari)
Claire : tunggu sampai mereka
masuk (menahan Reiland)
Lucio : (mengendap-endap
menghampiri pria tadi)
Tak lama kemudian terdengar
tangisan lucio yang tak bisa dia tahan karena melihat ayahnya yang tertembak
didekat jantungnya. Dia berusaha menyelamatkannya tapi semua sudah terlambat.
Ayahnya meninggal didepannya dengan cara yang mengenaskan. Lucio pun bersumpah
akan mencari dan membunuh pria yang membunuh ayahnya itu. Akhirnya mereka pun
kembali dengan duka yang mereka dapat. Sepanjang jalan Lucio hanya diam. Dia
tidak berbicara sepatah kata pun sampai tiba di persembunyian. Sedangkan keila,
dia menangis tiada hentinya setelah tau bahwa pria yang ditembak mati
didepannya itu adalah ayahnya. Esok harinya Lucio dan Keila terlihat berbeda. Mereka
belum berkata apa-apa sejak tadi malam. Lucio hanya membaca kitab yang
ditemukan didalam gua dan Keila membanyu Claire menyiapkan makanan. Sampai suatu
saat Lucio berkata...
*12 Juni 2036* “ 07:00pm”
Lucio :
teman-teman entah kalian mau membantuku atau tidak aku akan mencari dan
menemukan siapa orang yang telah membunuh ayahku. Mungkin 2 atau 3 hari lagi
aku akan pergi meninggalkan tempat ini. jika kalian ingin membantu aku tidak
bisa menjamin keselamatan kalian, tapi jika kalian tidak ikut pergi hanya satu
permintaanku jagalah adikku baik-baik dan akan ku usahakan mengirimkan kabarku
pada kalian. Sekali lagi aku tidak memaksa kalian untuk ikut aku tapi jika ada
yang ikut aku sangat bertrimakasih.
Elena : Ok Aku ikut!
Claire : Aku Juga!
Keila : Aku ikut!
No comments:
Post a Comment