FATE
Episode 01
Disuatu tempat bernama Midtown,
terdengar suara besi yang saling berbenturan. Disana ada seorang anak berusia
19 tahun yang sedang mencoba membalas kematian ayahnya yang dibunuh didepannya
oleh sebuah kelompok misterius yang selalu memakai jubah hitam. Sekarang dia
sedang bertarung dengan salah satu orang dia cari bernama Logan.
*26 Juni 2036* “08:45pm”
***** : Kei.. jangan kemari
ini berbahaya!!!!! (bertarung dengan Pedang)
***** : Jangan Kemari!!!!
Keila : Aku nggak mau pisah
sama kakak lagi.... (berlari)
***** : Jangan kemari!!!
*keila tertusuk panah*
***** : Keila!!!!!!!
(berteriak sambil memeluk Keila)
*Menangis*
***** : Kemarin ayahku,
sekarang adikku?
Logan : aku tidak membunuhnya,
aku hanya mempertemukannya dengan ayahmu
***** : akanku balas kamu!!!
Logan : apa? Bahkan kamu tidak
bisa menggores bajuku anak muda..
*****: LOGAAAAAAAN!!!!!
(berlari)
Dengan sisa tenaganya dia
berlari dan........... bllgrrrrrrr *suara ledakan besar* muncul asap tebal dan
kobaran api yang sangat besar. Disana hanya terlihat bayangan hitam yang sedang
berjalan keluar dari kobaran api dan seorang gadis yang terbaring lemas didekat
reruntuhan bangunan. Cerita ini berawal dari sebuah tempat dimana aku pernah dilahirkan
bernama Cronus City. Dimana setiap warganya memiliki pekerjaan sebagai petani
gandum dan penebang pohon. Oo ya.. aku belum memperkenalkan diri ke kalian. Perkenalkan
aku Lucio Redfield aku hidup bersama orangtuaku dan seorang adik bernama Keila
Redfield.
*10 Juni 2036* “10:25am”
Saat aku dalam perjalanan
pulang aku bertemu dengan seorang nenek misterius berbaju putih yang sudah
banyak terdapat noda-noda tanah di bajunya. Aku pun tidak menghiraukannya dan
meneruskan perjalananku pulang. Tiba-tiba si nenek berkata “Hey nak, lebih baik
kau putar arah dan memilih jalan lain”. Karena perkataannya membinggungkanku
akupun menghampirinya dan berkata “apa anda mengatakan sesuatu, nyonya?” dia
menjawab “Tidak” dan segera meraih tanganku dan melihat tanganku “Kau adalah
seorang pria yang tangguh yang memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Namun
kau akan menemui masalah yang tidak akan bisa kau hadapi sendiri nak” dia
melepaskan tangan kanannya dan mengambil sebuah gulungan dari tas kecilnya dan
memberikannya padaku “nak, aku tidak bisa membantumu lebih banyak. Terimalah ini,
mungkin ini akan berguna suatu saat nanti. Sekarang pulanglah dan cari semua
orang yang kau kenal dan bawa mereka pergi ke Lehhmann”. Aku semakin binggung
karena dia berkata demikian sambil
menatap kearah yang berbeda dari tanganku. Saat aku melihat matanya, ternyata
nenek itu buta!. Lalu nenek itu berkata “kau tidak punya waktu untuk memastikan
mataku pulanglah dan temui orangtua dan teman-temanmu dan selamatkan mereka. Oh
tidak!! mereka sudah dekat...”. lalu dari jauh terdengar seseorang memanggilku.
Reiland : Lucio!!!!!!! *Reiland
adalah sahabat Lucio*
Lucio
: ???
Reiland
: ayo ikut aku!
Lucio
: ??? (memastikan suhu badan reiland)
Reiland
: (membuang tangan Lucio) kita tidak punya waktu!
Cepat ikut aku.. (menarik
tangan Lucio)
Lucio
: Hey jangan cepat-cepat.
Reiland
: nanti kau akan melihatnya sendiri.
*Saat tiba di Cronus City*
“10:50am”
Reiland : (mengendap-endap)
Lihat... semua orang menghilang.
Lucio
: mungkin mereka sedang bekerja
Reiland
: nggak., mereka tidak ada disana.
Lucio
: mungkin sedang istirahat
Reiland
: aku sudah mencari didalam rumah mereka tapi tidak kutemukan seorangpun.
Lucio
: (Kaget) Benarkagbh..
Reiland
: Sssst... pelankan suaramu...
Lucio
: Keluargaku?
Reiland
: semuanya hilang termasuk Elena *Elena adalah gadis yang disukai Lucio*
sekarang ayo kita cari tempat
aman.
*di rumah kosong sebelah barat
Cronus City* “11:40am”
Reiland : sementara kita
istirahar disini, besok kita geledah rumah warga satu persatu.
Lucio
: kenapa tidak sekarang saja?
Reiland
: sekarang masih terlalu berba... (melihat jendela)
Ssstt... carilah tongkat atau
semacamnya yang bisa untuk memukul.
*****
: hshshshs.... (suara nafas orang berlari)
Reiland
: itu Elena dan Keila!!! (berlari)
Keila, Elena ikut aku.. Lucio
sudah menunggu kalian..
Keila
& Elena : Lucio?!
Reiland
: ya, kakakmu Kei.
Keila
: Lucio.. (menangis gembira)
Lucio
: Ssstt.. sudah jangan nangis, malu dilihat reigh...
Reiland
: *hiks* (menangis terharu)
Lucio :
*hhhss*(Menghebuskan nafas) mengapa
kalian tadi berlari? apa ada orang mengejarmu?
Elena
: tidak, darimana saja kalian? Kami mencarimu sampai ke sudut kota
ternyata kalian ada disini.
Lucio : aku baru saja pulang
dari mengantar pesanan gandum di Midtown
dan bertemu Reiland.
kau sendiri gimana?
Elena
: Ceritanya panjang.., aku sendiri pasti bingung jika menceritakannya.
Lucio
: dimana kau menemukan Keila?
Elena
: di pohon besar di belakang rumah Reiland.
Reiland
: di pohon tua itu?
Keila
: aku melemparimu dengan ranting pohon, kau malah lari.
Lucio
: lari? apa kau takut dengan sebuah ranting pohon?
Reiland
: aku tidak takut.. aku hanya kaget.
Lucio
: (tertawa) sekarang kita istirahat ceritanya nanti saja setelah semuanya pulih.
besok Aku dan Reiland akan mencari
warga yang selamat.
Elena
: aku juga ikut aku akan mencari ayahku.
Reiland
: lebih baik jangan, itu terlalu berbahaya.. sekarang kalian istirahat
Kita akan berjaga-jaga.
Karena
Elena memaksa ikut akhirnya kami memutuskan semuanya ikut pergi mencari para
warga yang hilang. Esok pagi harinya kami semua mencari warga yang hilang di
kota dan menemukan keganjilan di beberapa tempat termasuk rumah kami. Kami pun
terus mencari di semua rumah dan gudang mereka tapi kami tidak menemukan
siapapun disana.. mereka semua benar-benar hilang. Kami pun memutuskan untuk
kembali ke persembunyian. Dalam perjalanan kembali ke persembunyian kami, kami
bertemu dengan nenek misterius yang waktu itu memberiku gulungan.
*11
Juni 2036* “02:30pm”
Lucio : anda.., anda nenek
yang waktu itu kan?
Ini gulungan milikmu ku
kembalikan.. terimakasih..
Nenek : sekarang sudah saatnya
kau membukanya anak muda.
Lucio : ???
Nenek : sudah bukalah nanti
kau akan tau sendiri.
Lucio : (melihat gulungan)
tapi ini milik.. (melihat nenek)
Keila : Hey dia menghilang!!
All : hah... (melihat
kanan-kiri)
Reiland : Hey, Kalian dengar
itu?
***** : krskrskrs...
Lucio : Sembunyi.. Sembunyi..
(Berlari)
Elena : Ssstt... (bersembunyi
dibalik pohon)
Claire : ternyata disini tidak
ada orang. (melihat kanan-kiri)
*Claire adalah sepupu Elena dan
juga sahabat Lucio*
Keila : Claire!!! (berlari)
Claire : Kei.. kau selamat,
syukurlah..
apa kau sendirian?
Lucio : lama tak bertemu ya
Claire.
Claire : Ooh.. Luci... ya
sudah lama sekali. *Luci adalah nama anjing peliharaan Claire*
Lucio : hey jangan samakan
namaku dengan anjingmu.
Reiland : (berbisik) mungkin
kalian memang berjodoh. (dengan Luci)
Lucio : dengan seekor anjing
katamu?!
jangan lari kau!!!!
Elena : kalian bisa diam
tidak? Jika kalian terus begitu akan ku hajar kalian!!
Reiland & Lucio : ok
baiklah...
Keila : ayo ikut kami ke rumah..
Claire : dikota? (Curiga)
Elena : ikutlah kami.., disana
tidak ada para pria berjubah hitam itu.
Claire : jika kau yang bicara
aku percaya.. baiklah aku ikut kalian.
Setelah 20 menit berjalan,
mereka sampai di persembunyian dan beberapa dari mereka istirahat hanya Claire
dan Lucio tersisa. Claire pun bercerita tentang dia selama tidak bersama lucio.
Sampai dia melihat gulungan yang diberikan seorang nenek misterius pada lucio.
Dia mendekati dan mulai membuka gulungan itu. Setelah dibuka....
“02:50pm”
Claire : Luc, dari mana kamu
dapet ini?
Lucio : *menghampiri Claire*
ini dari orang yang misterius
Claire : Misterius? Seperti
apa dia?
Lucio : Berjubah putih,
Rambutnya beruban dan tidak terurus...
Claire : *berfikir*
Lucio : membawa tongkat...
Claire :
memakai tudung sampai menutupi matanya dan dia buta (Meneruskan penjelasan
Lucio)
Lucio : hey!! Kamu kenal dia?
Claire : nggak, dia yg bilang
kalo aku bakal bertemu denganmu ditempat kita bertemu tadi
Lucio : *berfikir*
Claire : apa ini darinya?
Lucio : ya, dia yang memintaku
menerimanya
Claire : coba lihat, ini
seperti peta kan?
Lucio : baiklah, aku akan
bangunkan rey untuk berjaga-jaga dan kita cari tau apa ini
No comments:
Post a Comment