Monday, June 27, 2016

Novel Kisah Misteri, Novel Fiksi Petualangan, Kisah Petualangan Misteri.

FATE

Episode 01

Disuatu tempat bernama Midtown, terdengar suara besi yang saling berbenturan. Disana ada seorang anak berusia 19 tahun yang sedang mencoba membalas kematian ayahnya yang dibunuh didepannya oleh sebuah kelompok misterius yang selalu memakai jubah hitam. Sekarang dia sedang bertarung dengan salah satu orang dia cari bernama Logan.

*26 Juni 2036* “08:45pm”
***** : Kei.. jangan kemari ini berbahaya!!!!! (bertarung dengan Pedang)
***** : Jangan Kemari!!!!
Keila : Aku nggak mau pisah sama kakak lagi.... (berlari)
***** : Jangan kemari!!!
*keila tertusuk panah*
***** : Keila!!!!!!! (berteriak sambil memeluk Keila)
*Menangis*
***** : Kemarin ayahku, sekarang adikku?
Logan : aku tidak membunuhnya, aku hanya mempertemukannya dengan ayahmu
***** : akanku balas kamu!!!
Logan : apa? Bahkan kamu tidak bisa menggores bajuku anak muda..
*****: LOGAAAAAAAN!!!!! (berlari)

Dengan sisa tenaganya dia berlari dan........... bllgrrrrrrr *suara ledakan besar* muncul asap tebal dan kobaran api yang sangat besar. Disana hanya terlihat bayangan hitam yang sedang berjalan keluar dari kobaran api dan seorang gadis yang terbaring lemas didekat reruntuhan bangunan. Cerita ini berawal dari sebuah tempat dimana aku pernah dilahirkan bernama Cronus City. Dimana setiap warganya memiliki pekerjaan sebagai petani gandum dan penebang pohon. Oo ya.. aku belum memperkenalkan diri ke kalian. Perkenalkan aku Lucio Redfield aku hidup bersama orangtuaku dan seorang adik bernama Keila Redfield.

*10 Juni 2036* “10:25am”
Saat aku dalam perjalanan pulang aku bertemu dengan seorang nenek misterius berbaju putih yang sudah banyak terdapat noda-noda tanah di bajunya. Aku pun tidak menghiraukannya dan meneruskan perjalananku pulang. Tiba-tiba si nenek berkata “Hey nak, lebih baik kau putar arah dan memilih jalan lain”. Karena perkataannya membinggungkanku akupun menghampirinya dan berkata “apa anda mengatakan sesuatu, nyonya?” dia menjawab “Tidak” dan segera meraih tanganku dan melihat tanganku “Kau adalah seorang pria yang tangguh yang memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Namun kau akan menemui masalah yang tidak akan bisa kau hadapi sendiri nak” dia melepaskan tangan kanannya dan mengambil sebuah gulungan dari tas kecilnya dan memberikannya padaku “nak, aku tidak bisa membantumu lebih banyak. Terimalah ini, mungkin ini akan berguna suatu saat nanti. Sekarang pulanglah dan cari semua orang yang kau kenal dan bawa mereka pergi ke Lehhmann”. Aku semakin binggung karena dia berkata demikian  sambil menatap kearah yang berbeda dari tanganku. Saat aku melihat matanya, ternyata nenek itu buta!. Lalu nenek itu berkata “kau tidak punya waktu untuk memastikan mataku pulanglah dan temui orangtua dan teman-temanmu dan selamatkan mereka. Oh tidak!! mereka sudah dekat...”. lalu dari jauh terdengar seseorang memanggilku.
               
Reiland : Lucio!!!!!!! *Reiland adalah sahabat Lucio*
                Lucio : ???
                Reiland : ayo ikut aku!
                Lucio : ??? (memastikan suhu badan reiland)
                Reiland : (membuang tangan Lucio) kita tidak punya waktu!
                                 Cepat ikut aku.. (menarik tangan Lucio)
                Lucio : Hey jangan cepat-cepat.
                Reiland : nanti kau akan melihatnya sendiri.
               
*Saat tiba di Cronus City* “10:50am”
Reiland : (mengendap-endap) Lihat... semua orang menghilang.
                Lucio : mungkin mereka sedang bekerja
                Reiland : nggak., mereka tidak ada disana.
                Lucio : mungkin sedang istirahat
                Reiland : aku sudah mencari didalam rumah mereka tapi tidak kutemukan seorangpun.
                Lucio : (Kaget) Benarkagbh..
                Reiland : Sssst... pelankan suaramu...
                Lucio : Keluargaku?
                Reiland : semuanya hilang termasuk Elena *Elena adalah gadis yang disukai Lucio*
                                 sekarang ayo kita cari tempat aman.

*di rumah kosong sebelah barat Cronus City* “11:40am”
Reiland : sementara kita istirahar disini, besok kita geledah rumah warga satu persatu.
                Lucio : kenapa tidak sekarang saja?
                Reiland : sekarang masih terlalu berba... (melihat jendela)
                 Ssstt... carilah tongkat atau semacamnya yang bisa untuk memukul.
                ***** : hshshshs.... (suara nafas orang berlari)
                Reiland : itu Elena dan Keila!!! (berlari)
                                 Keila, Elena ikut aku.. Lucio sudah menunggu kalian..
                Keila & Elena : Lucio?!
                Reiland : ya, kakakmu Kei.
                Keila : Lucio.. (menangis gembira)
                Lucio : Ssstt.. sudah jangan nangis, malu dilihat reigh...
                Reiland : *hiks* (menangis terharu)
Lucio : *hhhss*(Menghebuskan nafas)  mengapa kalian tadi berlari? apa ada orang mengejarmu?
                Elena : tidak, darimana saja kalian? Kami mencarimu sampai ke sudut kota
                             ternyata kalian ada disini.
Lucio : aku baru saja pulang dari mengantar pesanan gandum di Midtown
                           dan bertemu Reiland.
                             kau sendiri gimana?
                Elena : Ceritanya panjang.., aku sendiri pasti bingung jika menceritakannya.
                Lucio : dimana kau menemukan Keila?
                Elena : di pohon besar di belakang rumah Reiland.
                Reiland : di pohon tua itu?
                Keila : aku melemparimu dengan ranting pohon, kau malah lari.
                Lucio : lari? apa kau takut dengan sebuah ranting pohon?
                Reiland : aku tidak takut.. aku hanya kaget.
                Lucio : (tertawa) sekarang kita istirahat ceritanya nanti saja setelah semuanya pulih.
                            besok Aku dan Reiland akan mencari warga yang selamat.
                Elena : aku juga ikut aku akan mencari ayahku.
                Reiland : lebih baik jangan, itu terlalu berbahaya.. sekarang kalian istirahat
                                 Kita akan berjaga-jaga.
                 

                Karena Elena memaksa ikut akhirnya kami memutuskan semuanya ikut pergi mencari para warga yang hilang. Esok pagi harinya kami semua mencari warga yang hilang di kota dan menemukan keganjilan di beberapa tempat termasuk rumah kami. Kami pun terus mencari di semua rumah dan gudang mereka tapi kami tidak menemukan siapapun disana.. mereka semua benar-benar hilang. Kami pun memutuskan untuk kembali ke persembunyian. Dalam perjalanan kembali ke persembunyian kami, kami bertemu dengan nenek misterius yang waktu itu memberiku gulungan.


                *11 Juni 2036* “02:30pm”
Lucio : anda.., anda nenek yang waktu itu kan?
                            Ini gulungan milikmu ku kembalikan.. terimakasih..
Nenek : sekarang sudah saatnya kau membukanya anak muda.
Lucio : ???
Nenek : sudah bukalah nanti kau akan tau sendiri.
Lucio : (melihat gulungan) tapi ini milik.. (melihat nenek)
Keila : Hey dia menghilang!!
All : hah... (melihat kanan-kiri)
Reiland : Hey, Kalian dengar itu?
***** : krskrskrs...
Lucio : Sembunyi.. Sembunyi.. (Berlari)
Elena : Ssstt... (bersembunyi dibalik pohon)
Claire : ternyata disini tidak ada orang. (melihat kanan-kiri)
             *Claire adalah sepupu Elena dan juga sahabat Lucio*
Keila : Claire!!! (berlari)
Claire : Kei.. kau selamat, syukurlah..
              apa kau sendirian?
Lucio : lama tak bertemu ya Claire.
Claire : Ooh.. Luci... ya sudah lama sekali. *Luci adalah nama anjing peliharaan Claire*
Lucio : hey jangan samakan namaku dengan anjingmu.
Reiland : (berbisik) mungkin kalian memang berjodoh. (dengan Luci)
Lucio : dengan seekor anjing katamu?!
             jangan lari kau!!!!
Elena : kalian bisa diam tidak? Jika kalian terus begitu akan ku hajar kalian!!
Reiland & Lucio : ok baiklah...
Keila : ayo ikut kami ke rumah..
Claire : dikota? (Curiga)
Elena : ikutlah kami.., disana tidak ada para pria berjubah hitam itu.
Claire : jika kau yang bicara aku percaya.. baiklah aku ikut kalian.

Setelah 20 menit berjalan, mereka sampai di persembunyian dan beberapa dari mereka istirahat hanya Claire dan Lucio tersisa. Claire pun bercerita tentang dia selama tidak bersama lucio. Sampai dia melihat gulungan yang diberikan seorang nenek misterius pada lucio. Dia mendekati dan mulai membuka gulungan itu. Setelah dibuka....


“02:50pm”
Claire : Luc, dari mana kamu dapet ini?
Lucio : *menghampiri Claire* ini dari orang yang misterius
Claire : Misterius? Seperti apa dia?
Lucio : Berjubah putih, Rambutnya beruban dan tidak terurus...
Claire : *berfikir*
Lucio : membawa tongkat...
Claire : memakai tudung sampai menutupi matanya dan dia buta (Meneruskan penjelasan Lucio)
Lucio : hey!! Kamu kenal dia?
Claire : nggak, dia yg bilang kalo aku bakal bertemu denganmu ditempat kita bertemu tadi
Lucio : *berfikir*
Claire : apa ini darinya?
Lucio : ya, dia yang memintaku menerimanya
Claire : coba lihat, ini seperti peta kan?
Lucio : baiklah, aku akan bangunkan rey untuk berjaga-jaga dan kita cari tau apa ini

*bersambung...*



Go To Episode 2

No comments:

Post a Comment