Tuesday, July 12, 2016

Kisah Fiksi Misteri, Kisah Fiksi Misteri Terbaik, Kisah Fiksi Misteri Terbaru.

Episode 4

Sebelumnya, kami  berlima adalah anak-anak polos yang tidak punya dendam. Tetapi setelah aku kehilangan ayahku yang diculik dan dibunuh di depanku, aku mulai memiliki dendam dan sangat ingin membalasnnya. Dari sini awal mula cerita ini dimulai.

Setelah kami menyelamatkan ken, ada suara langkah kai dari dalam gua. Kami pun bersembunyi dibalik pohon besar dekat mulut gua. Dan suara langkah kaki itu pun menghilang. Saat kami melihat didepan mulut gua, yg bada disana adalah Kakek Rob... dia adalah salah satu orang yang disegani di cronus city.

Lucio : kakegbbbb....... (diseret mundur)
Ken : dia salah satu anggota Black Jamp (nama organisasi yang menculik warga desa kami)
Lucio : mana mungkin dia seperti itu? Dia kan orang baik ken?!
Ken : terserah kalau kamu gak percaya..
Reiland : apa salahnya kamu percaya ken luc.. kita sudah mengenalnya dari kecil kan?
Lucio : baiklah...

Kakek Rob : hey kau... cari dia balik semak-semak disana dan kau cari disekitar jalan menuju kota. Aku tidak ingin ada yang mengetahui keberadaanku
Pengawal : Siap!!!

Keempat pengawal itu berbagi tugas mencari Ken yang berhasil kami selamatkan. Tak lama kemudian pengawal yang mencari disemak-semak kembali tanpa hasil begitu pula dengan pengawal yang menelusuri jalan menuju kota tapi ada yang mereka temukan dijalan dan mereka memberikannya kepada kakek Rob agar melihatnya. Karena posisi kami yang terlalu jauh dan kondisi yang terlalu gelap, kami tidak bisa melihat dengan jelas. Kami semua takut jika itu salah satu barang kami. Tak lama kemudian mereka masuk gua. Kami pun mengikutinya.

Ken : kalian serius tentang ini?
Elena : Lucio sudah sangat serius. Saat ini dia hanya ingin menemukan siapa pembunuh ayahnya
Ken : pantas saja dia seperti ini
Lucio : berhenti... mereka sedang mencar sesuatu (para pengawal Black Jamp meraba-raba dinding)
Reiland : seperti mencari tombol rahasia saja... (Pintu rahasia terbuka)
Lucio : mereka jalan lagi... kita maju (Pintu tertutup)
Keila : apa kalian lihat dimana tombolnya?
Ken : tenang saja.... aku tau dimana tombolnya (mencar tombol) luc biar aku yang tangani (Lucio pun mundur)
*Pintu terbuka*
Ken : Selamat datang di Lehmann... di kota ini ada markas mereka... sekarang kita harus waspada.. karena biasanya banyak yang berjaga di dinding gua
Lucio : punya markas? Berapa markas yang mereka punya?
Ken : di Lehmann ada 1 dan di Midtown adalah pusatnnya tapi aku tidak tau ada dimana lagi dan aku ditahan disini

Mereka berjalan sampai keluar dari gua di sebelah barat kota Lehmann. Mereka terkejut melihat suasana yang sama persis seperti di Cronus City. Hanya saja disini lebih hancur dari pada disana. Banyak rumah yang masih terbakar, ada pula yang sudah menjadi abu dan disini juga banyak jenazah korban kerusuhan yang terjadi. Tapi dari sekian banyak rumah yang hancur ada beberapa rumah yang masih utuh. Salah satunya adalah rumah besar yang berada di sebelah timur ini. kami pun masuk kedalamnya. Dan betapa terkejutnya kami karena semua warga Lehmann ternyata bersembunyi disana. Ada yang terluka dan ada pula yang meninggal karena luka yang fatal sehingga meraka meninggal.

Keila : kenapa Ken gelisah Luc?
Lucio : dia sedang mencari keluarganya Kei.
Reiland : Paman dan Bibinya tinggal disini dan di Cronus City dia hanya bersama kakek neneknya.

Ken terus mencari paman dan bibinya. Dia mencari mulai dari yang selamat sampai yang sudah menjadi mayat. tiba-tiba dia berhenti di ujung dan duduk disana. Spontan kami menghanpiri dia dan ternyata disana ada dua selimut putih yang menutupi seseorang entah itu selamat atau sudah menjadi mayat. tangisan ken pun mulai terdengar seiring langkah kaki kami yang sudah mulai mendekat. Ken terlihat sedang memeluk seseorang. Dia menangis di pelukan orang itu. Saat kami sampai kami terkejut karena yang dipeluk Ken adalah nenek-nenek misterius yang memberikanku peta menuju gua itu.
*bersambung*


Go To Episode 5

No comments:

Post a Comment