Episode 4
Sebelumnya, kami berlima adalah anak-anak polos yang tidak
punya dendam. Tetapi setelah aku kehilangan ayahku yang diculik dan dibunuh di
depanku, aku mulai memiliki dendam dan sangat ingin membalasnnya. Dari sini
awal mula cerita ini dimulai.
Setelah kami menyelamatkan
ken, ada suara langkah kai dari dalam gua. Kami pun bersembunyi dibalik pohon
besar dekat mulut gua. Dan suara langkah kaki itu pun menghilang. Saat kami
melihat didepan mulut gua, yg bada disana adalah Kakek Rob... dia adalah salah
satu orang yang disegani di cronus city.
Lucio : kakegbbbb.......
(diseret mundur)
Ken : dia salah satu anggota
Black Jamp (nama organisasi yang menculik warga desa kami)
Lucio : mana mungkin dia seperti
itu? Dia kan orang baik ken?!
Ken : terserah kalau kamu gak
percaya..
Reiland : apa salahnya kamu
percaya ken luc.. kita sudah mengenalnya dari kecil kan?
Lucio : baiklah...
Kakek Rob
: hey kau... cari dia balik semak-semak disana dan kau cari disekitar jalan
menuju kota. Aku tidak ingin ada yang mengetahui keberadaanku
Pengawal : Siap!!!
Keempat pengawal itu berbagi
tugas mencari Ken yang berhasil kami selamatkan. Tak lama kemudian pengawal
yang mencari disemak-semak kembali tanpa hasil begitu pula dengan pengawal yang
menelusuri jalan menuju kota tapi ada yang mereka temukan dijalan dan mereka
memberikannya kepada kakek Rob agar melihatnya. Karena posisi kami yang terlalu
jauh dan kondisi yang terlalu gelap, kami tidak bisa melihat dengan jelas. Kami
semua takut jika itu salah satu barang kami. Tak lama kemudian mereka masuk
gua. Kami pun mengikutinya.
Ken : kalian serius tentang
ini?
Elena :
Lucio sudah sangat serius. Saat ini dia hanya ingin menemukan siapa pembunuh
ayahnya
Ken : pantas saja dia seperti
ini
Lucio :
berhenti... mereka sedang mencar sesuatu (para pengawal Black Jamp meraba-raba
dinding)
Reiland : seperti mencari
tombol rahasia saja... (Pintu rahasia terbuka)
Lucio : mereka jalan lagi...
kita maju (Pintu tertutup)
Keila : apa kalian lihat
dimana tombolnya?
Ken :
tenang saja.... aku tau dimana tombolnya (mencar tombol) luc biar aku yang
tangani (Lucio pun mundur)
*Pintu terbuka*
Ken :
Selamat datang di Lehmann... di kota ini ada markas mereka... sekarang kita
harus waspada.. karena biasanya banyak yang berjaga di dinding gua
Lucio :
punya markas? Berapa markas yang mereka punya?
Ken : di
Lehmann ada 1 dan di Midtown adalah pusatnnya tapi aku tidak tau ada dimana
lagi dan aku ditahan disini
Mereka berjalan sampai keluar
dari gua di sebelah barat kota Lehmann. Mereka terkejut melihat suasana yang
sama persis seperti di Cronus City. Hanya saja disini lebih hancur dari pada
disana. Banyak rumah yang masih terbakar, ada pula yang sudah menjadi abu dan
disini juga banyak jenazah korban kerusuhan yang terjadi. Tapi dari sekian
banyak rumah yang hancur ada beberapa rumah yang masih utuh. Salah satunya
adalah rumah besar yang berada di sebelah timur ini. kami pun masuk kedalamnya.
Dan betapa terkejutnya kami karena semua warga Lehmann ternyata bersembunyi
disana. Ada yang terluka dan ada pula yang meninggal karena luka yang fatal
sehingga meraka meninggal.
Keila : kenapa Ken gelisah
Luc?
Lucio : dia sedang mencari
keluarganya Kei.
Reiland :
Paman dan Bibinya tinggal disini dan di Cronus City dia hanya bersama kakek
neneknya.
Ken terus mencari paman dan
bibinya. Dia mencari mulai dari yang selamat sampai yang sudah menjadi mayat.
tiba-tiba dia berhenti di ujung dan duduk disana. Spontan kami menghanpiri dia
dan ternyata disana ada dua selimut putih yang menutupi seseorang entah itu
selamat atau sudah menjadi mayat. tangisan ken pun mulai terdengar seiring
langkah kaki kami yang sudah mulai mendekat. Ken terlihat sedang memeluk
seseorang. Dia menangis di pelukan orang itu. Saat kami sampai kami terkejut
karena yang dipeluk Ken adalah nenek-nenek misterius yang memberikanku peta
menuju gua itu.
No comments:
Post a Comment