Tuesday, August 2, 2016

Cerita Misteri Terbaru, Cerita Petualangan Fiksi, Cerita Petualangan Misteri

                    Episode 6

*Sebelumnya*

Akhirnya matahari pun tenggelam. Awan mulai gelap dan rasa sunyi mencekam datang kembali bersama dengan perasaan terancam yang membuatku gelisah. Ternyata benar... seorang anak melihat sekelompok orang sedang menuju kemari. lalu.... *Blgrrrrrrrr...........* suara ledakan terdengar.

Reiland : semuanya pergi ke belakang bangunan (berteriak)
Lucio : Elena, bawa Keyla bersamamu dan ikutlah ke belakang bersama para warga
Elena : baiklah... jaga dirimu Luc.. (mereka berpelukan) ayo key ikut aku
Lucio : kalian cari warga yang mau membantu untuk melawan mereka, terutama yang berbadan besar. Claire kau tetap disini.

Semua warga berlarian menuju bagian belakang rumah yang terdapat ruang bawah tanah. Disana terdapat terowongan menuju luar. Sementara Ken  dan Reiland mencari bantuan warga, Lucio dan Claire melihat keadaan lewat jendela.

Claire : ada yang kemari.., kita kesana (menunjuk belakang pintu)
***
Black Jamp 2 : hey disini kosong
Black Jamp 1 : (memberi isyarat maju)
*menutup pintu*
Claire : (memberi kode untuk menyerang)

Mereka  menyerang dua orang itu dari belakang dan itu berbuah hasil... dua orang anggota misterius itu tertangkap dan sekarang mereka mengikatnya di pojok ruangan. Reiland dan Ken datang membawa warga yang ingin membantu dan mereka kerkejut melihat dua anggota Black Jamp yang kami ikat di sudut ruangan. Mereka menanyai mereka mengapa mereka tega menyerang kota yang tentram dan damai dan merusaknya, tapi mereka tidak menjawab pertanyaan itu. Para warga pun mulai geram dan penasaran siapa yang ada dibalik tudung hitam yang menghalangi wajah mereka lalu reiland pun membuka tudung tersebut dan hasilnya... mereka adalah remaja Lehmann yang hilang 5 bulan lalu. Kedua remaja itu ditanyai lagi oleh para warga tapi mereka tidak menjawab. Kami mulai kesal dan semuanya pergi untuk meyerang anggota black jamp yang masih berada diluar. Hanya Aku dan Claire yang tersisa. Kami sengaja tetap tinggal untuk menanyai mereka.

Lucio : Siapa namamu?
Remaja  1 & 2 : (mereka menggelengkan kepala)
Claire : jawablah! Kalian bisa bicara kan?
Remaja 2 : kami tidak tau siapa kami. Yang kami tau, kami adalah prajurit
Lucio : prajurit? Lalu kenapa mereka menyerang kota?
Remaja 2 : mereka ingin menambah pasukan
Claire : menambah pasukan? dengan cara apa?
Remaja 2 : deng...
Claire : biarkan temanmu yang menjawab
Remaja 2 : percuma dia tidak akan menjawab
Claire : hei jawab! (membentak remaja 1)
Lucio : Claire, tahan emosimu. Biar aku yang bertanya. Hey, kenapa tidak mau menjawab?
Remaja 2 : percuma
Lucio : kenapa?
Remaja 2 : lidahnya terbelah. Jadi sekarang dia masih belum bisa berbicara.
Lucio : Claire buka mulutnya
*Mereka terkejut melihat lidahnya terbelah dua seperti lidah ular*
Remaja 2 : benarkan?
Claire : kenapa bisa begini? Apa yang dia lakukan?
Remaja 2 : saat pelatihan, dia menentang seperti teman kalian yang memakai kaos putih tadi
Lucio : kau kenal Ken?
Remaja 2 : kami tidak tau namanya. Kami memanggilnya 118
Lucio : mengapa memanggilnya dengan angka?
Remaja 2 : mereka semua menyembunyikan identitas kami. Dan sebagai gantinya kami diberi angka – angka itu
Lucio : jadi kalian saling memanggil dengan angka itu?
Ken : ya mereka saling memanggil dengan angka karena ingatan mereka telah dihapus
*Ken datang dan mulai menceritakan yang ada disana*
Claire : jadi kau disuruh meminum obat untuk menghilangkan ingatanmu?
Remaja 2 : aku tidak tau obat apa itu, tapi yang pasti mereka bilang obat itu adalah vitamin
Claire : lalu kenapa lidahnya terbelah?
Remaja 2 : dia dipaksa meminum obat itu tapi dia menentang dan berusaha melarikan diri
Lucio : lalu kau Ken, kenapa kau masih ingat kami?
Ken :  karena aku selalu membuang obat tidak jelas itu
*dari luar terdengar teriakan Reiland*
Reiland : Lari!!!!!!!!!!!!!!!!.......

*bersambung*


Go To Episode 7

No comments:

Post a Comment