Episode 6
*Sebelumnya*
Akhirnya matahari pun
tenggelam. Awan mulai gelap dan rasa sunyi mencekam datang kembali bersama
dengan perasaan terancam yang membuatku gelisah. Ternyata benar... seorang anak
melihat sekelompok orang sedang menuju kemari. lalu.... *Blgrrrrrrrr...........*
suara ledakan terdengar.
Reiland : semuanya pergi ke
belakang bangunan (berteriak)
Lucio : Elena, bawa Keyla
bersamamu dan ikutlah ke belakang bersama para warga
Elena : baiklah... jaga
dirimu Luc.. (mereka berpelukan) ayo key ikut aku
Lucio : kalian
cari warga yang mau membantu untuk melawan mereka, terutama yang berbadan
besar. Claire kau tetap disini.
Semua warga berlarian menuju
bagian belakang rumah yang terdapat ruang bawah tanah. Disana terdapat
terowongan menuju luar. Sementara Ken
dan Reiland mencari bantuan warga, Lucio dan Claire melihat keadaan
lewat jendela.
Claire : ada yang kemari..,
kita kesana (menunjuk belakang pintu)
***
Black Jamp 2 : hey disini
kosong
Black
Jamp 1 : (memberi isyarat maju)
*menutup pintu*
Claire : (memberi kode untuk
menyerang)
Mereka menyerang dua orang itu dari belakang dan itu
berbuah hasil... dua orang anggota misterius itu tertangkap dan sekarang mereka
mengikatnya di pojok ruangan. Reiland dan Ken datang membawa warga yang ingin
membantu dan mereka kerkejut melihat dua anggota Black Jamp yang kami ikat di
sudut ruangan. Mereka menanyai mereka mengapa mereka tega menyerang kota yang
tentram dan damai dan merusaknya, tapi mereka tidak menjawab pertanyaan itu.
Para warga pun mulai geram dan penasaran siapa yang ada dibalik tudung hitam
yang menghalangi wajah mereka lalu reiland pun membuka tudung tersebut dan
hasilnya... mereka adalah remaja Lehmann yang hilang 5 bulan lalu. Kedua remaja
itu ditanyai lagi oleh para warga tapi mereka tidak menjawab. Kami mulai kesal
dan semuanya pergi untuk meyerang anggota black jamp yang masih berada diluar.
Hanya Aku dan Claire yang tersisa. Kami sengaja tetap tinggal untuk menanyai
mereka.
Lucio : Siapa namamu?
Remaja 1 & 2 : (mereka menggelengkan kepala)
Claire : jawablah! Kalian
bisa bicara kan?
Remaja 2 : kami tidak tau
siapa kami. Yang kami tau, kami adalah prajurit
Lucio : prajurit? Lalu kenapa
mereka menyerang kota?
Remaja 2 : mereka ingin menambah
pasukan
Claire : menambah pasukan?
dengan cara apa?
Remaja 2 : deng...
Claire : biarkan temanmu yang
menjawab
Remaja 2 : percuma dia tidak
akan menjawab
Claire : hei jawab!
(membentak remaja 1)
Lucio : Claire, tahan
emosimu. Biar aku yang bertanya. Hey, kenapa tidak mau menjawab?
Remaja 2 : percuma
Lucio : kenapa?
Remaja 2 : lidahnya terbelah.
Jadi sekarang dia masih belum bisa berbicara.
Lucio : Claire buka mulutnya
*Mereka terkejut melihat
lidahnya terbelah dua seperti lidah ular*
Remaja 2 : benarkan?
Claire : kenapa bisa begini?
Apa yang dia lakukan?
Remaja 2 : saat pelatihan,
dia menentang seperti teman kalian yang memakai kaos putih tadi
Lucio : kau kenal Ken?
Remaja 2 : kami tidak tau
namanya. Kami memanggilnya 118
Lucio : mengapa memanggilnya dengan
angka?
Remaja 2 :
mereka semua menyembunyikan identitas kami. Dan sebagai gantinya kami diberi
angka – angka itu
Lucio :
jadi kalian saling memanggil dengan angka itu?
Ken : ya
mereka saling memanggil dengan angka karena ingatan mereka telah dihapus
*Ken datang
dan mulai menceritakan yang ada disana*
Claire :
jadi kau disuruh meminum obat untuk menghilangkan ingatanmu?
Remaja 2 :
aku tidak tau obat apa itu, tapi yang pasti mereka bilang obat itu adalah
vitamin
Claire :
lalu kenapa lidahnya terbelah?
Remaja 2 :
dia dipaksa meminum obat itu tapi dia menentang dan berusaha melarikan diri
Lucio :
lalu kau Ken, kenapa kau masih ingat kami?
Ken : karena aku selalu membuang obat tidak jelas
itu
*dari luar
terdengar teriakan Reiland*
Reiland :
Lari!!!!!!!!!!!!!!!!.......
No comments:
Post a Comment