Episode 08
Ini adalah hari ketujuh kami
disini. Kami masih ber tarung melang pasukan Black jamp yang menyerang kota
Lehmann. Sebelumnya Aku dan Claire mengejar pria berbadan tegap yang menculik
Keyla. Kami bertarung melawan dia. Saat Claire terkena pukulannya, aku segera
berlari membuka tudungnya dan ternyata itu adalah Kakek Rob. Disisi lain
Reiland yang mulai curiga dengan Ken mulai berhati-hati dengan segala sesuatu
yang dilakukan Ken.
Reiland : Ken, apa yang kau
lakukan?
Ken : aku mencari sesuatu
yang bisa dijadikan senjata.
Reiland :
mengapa kamu sekhawatir itu? Disini kan aman... mereka tidak tau kita ada
didalam sini bersama para warga
Ken : jika
aku menemukan sesuatu yang bisa kujadikan senjata aku akan keluar membantu
Lucio
Reiland :
(mendekati Ken) jika kau melakukan sesuatu yang mencurigakan, akan ku habisi
kau disini (mengancam)
Ken : (hanya melihat ke arah
Reiland dan menganggukkan kepala)
Lucio dan Claire yang sedang
bertarung melawan Kakek Rob yang menculik Keyla, dikagetkan dengan suara
ledakan yang besar sehingga kakek Rob menghabisi mereka berdua. Elena yang
berada tidak jauh dari mereka segera memanggil Reiland dan Ken. Lucio yang
terlempar karena pukulan Kakek Rob tidak sadar karena benturan dikepalanya.
Sedangkan Claire hanya kaki kanannya saja yang sobek sepanjang 20cm. Sesampai
di persembunyian mereka segera merawat Lucio dan Claire yang terluka. Mereka
gagal membawa kembali Keyla yang diculik. Esok harinya Elena bangun dan mulai
mencoba berjalan dengan kakinya yang terluka parah. Sedangkan Lucio masih tidak
sadarkan diri. 4 hari sudah berlalu perang sudah selesai dan Lucio masih tidak
sadarkan diri. Claire sudah sembuh dari lukanya. Setiap hari Elena selalu
mendampingi Lucio yang belum sadar dari koma sejak mereka melawan Kakek Rob.
Mereka mulai merencanakan cara untuk mengambil keyla di markas Black Jamp.
“23 Juni 2036 08:30am”
Lucio belum membuka matanya.
Dia masih dalam keadaan koma. Elena, Claire, Reiland dan Ken yang Khawatir
dengan keadaan Lucio yang tidak segera sadar memberanikan diri untuk berangkat
menuju markas Black Jamp di Mid town tanpa Lucio. Tempat itu kabarnya sudah
dikuasai penuh oleh Black Jamp. Dan disana pula tempat orang yang mereka culik
untuk dijadikan pasukan Black Jamp. Mereka membawa 2 anggota Black Jamp yang
mereka tangkap. Kini waktu sudah berubah menjadi pukul 04:40pm disana terlihat
Lucio yang berbaring disebuah kasur mulai menggerakkan tangan dan memanggil
teman-temannya.
Lucio : Rei, kau diamana?
Jack : hey, bangun
teman-temanmu baru saja pergi
(Jack adalah pria Lehmann
yang bekerja di pabrik roti tempat Lucio mengantar gandum. Jack berumur 24
tahun)
Lucio : kau siapa?
Jack : aku Jack, yang di
pabrik roti itu. Apa kau lupa?
Lucio : oh itu kau. Kemana
teman-temanku?
Jack : mereka pergi ke Mid
Town.
Lucio : apa tujuan mereka
kesana?
Jack : menganbil adikmu yang
mereka culik
Lucio : Keyla
Jack : (hanya diam)
Lucio : aku harus segera
menyusul mereka. bantu aku bangun.
Jack : tidak sebelum kau bisa
berjalan.
Lucio : aku bisa! (turun dari
kasur)
Lucio mulai mencoba berjalan
dan jatuh tidak jauh dari kasur tempat dia koma selama 6 hari
Jack :
istirahat dan kembalikan tenagamu malam ini. besok pagi kita berangkat menyusul
mereka ke Mid Town.
Lucio : baiklah.
Dia kembali ke kasurnya dan
istirahat. pada malam harinya mereka berdua berbincang-bincang dekat api unggun
di belakang rumah besar itu tentang masalah mereka masing-masing. Tidak terasa
sudah larut malam dan mereka pun tertidur di dekat api unggun itu. Sinar
matahari pagi pun mulai memancarkan cahayanya. Mereka bangun dari tidurnya dan
menyiapkan bekal untuk perjalanannya menuju Mid Town. Dan mereka Berangkat.
No comments:
Post a Comment