Thursday, September 15, 2016

Cerita Fiksi Petualang, Cerita Fiksi Petualangan, Cerita Fiksi Tentang Petualangan.

Episode 09

*sebelumnya*

“23 Juni 2036 08:30am”

Mereka berdua berbincang-bincang dekat api unggun di belakang rumah besar itu tentang masalah mereka masing-masing. Tidak terasa sudah larut malam dan mereka pun tertidur di dekat api unggun itu. Sinar matahari pagi pun mulai memancarkan cahayanya. Mereka bangun dari tidurnya dan menyiapkan bekal untuk perjalanannya menuju Mid Town. Dan..., mereka Berangkat!

“24 juni 2036 10:15am”

Elena dan yang lainnya sudah hampir sampai Mid Town. Mereka berada di sebuah wilayah yang bernama Road Way. Road Way adalah wilayah kecil yang terdapat di sebelah utara kota Lehmann. Mereka sedang beristirahat disebuah danau kecil.

Reiland : el, kenapa kau murung begitu?
Ken : sejak kemarin kau hanya berbicara 20 kata saja. Apa ada yang mengganggumu?
Claire : dia masih memikirkan Lucio. Saat kita berangkat lucio tidak ada tanda-tanda membaik
Reiland : sudah, jangan pikirkan dia. Dia itu bocah keras kepala yang tidak mau kalah, jadi aku yakin sekarang dia pasti sudah bangun dan mengejar kita ke Mid Town dengan kecepatan penuh, kita tau dia el..
Elena : *tersenyum* aku bukan memikirkan dia, aku hanya lapar
Reriland : kalau lapar bilang dari tadi!!!
Keyla : ayo kita cari makan..
Claire : kalau gak salah aku tadi melihat kedai didepan sana, kita bisa mencobanya
Reiland : berangkat!!!!

Mereka bergegas menuju kedai yang dilihat Claire untuk mengisi tenaga mereka. disisi lain Lucio & Jack sedang menuju ke tempat Elena dan yang lainnya berada. Mereka berdua baru saja keluar dari kota Lehmann. Kota Road Way masih jauh dari tempat mereka berada.

Jack : kita berhenti didepan
Lucio : kau sudah lelah? bukankah kita baru saja berangkat?
Jack : Kita makan dikedai itu. Karena nanti dijalur ini tidak ada kedai lain selain ini sekalian kita cek semua barang bawaan kita
Lucio : oke, baiklah.

Mereka membeli bekan untuk perjalanan dan memeriksa barang & senjata. Setelah semua selesai mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju Mid Town. Mid Town adalah kota yang kabarnya digunakan Black Jamp sebagai markas besar mereka dan tempat para warga yang diculik untuk dijadikan tentara mereka.

“25 Juni 2036 06:30am”

Jack : ayo kita berangkat! kita masih jauh dari Mid Town
Lucio : ya...
Jack : kita kembali lewat jalan tadi dan kita masuk hutan
Lucio : bukankah lebih baik kita lewat sana? Mungkin mereka lewat jalan itu
Jack : ya, kau lihat jejak sepatu itu? Itu pasti milik mereka. tapi jika dilihat keadaannya, itu sepertinya sudah lama dan pasti mereka sudah jauh dari sini atau mungkin mereka sudah keluar dari Road Way.
Lucio : ya sepertinya begitu. Baiklah kita lewat sana..
Jack : nanti didalam hutan lihat sekitarmu baik-baik, jika tidak kau akan terkena jebakan binatang. Disana banyak sekali jebakan yang masih berfungsi dan yang tidak. Jadi pastikan kakimu tidak menginjak jebakan
Lucio : oke...

Mereka masuk hutan untuk menyusul Elena dan yang lainnya. Didalam hutan mereka terus berbincang untuk mengurangi rasa bosan karena perjalanan yang jauh. Mereka berbincang tentang segala yang pernah mereka lalui bersama. mereka terus berjalan dan... *Ssrrrrkkkkkk.....!!!!!!!!!!!* mereka menginjak jabakan yang masih aktif. Didalam hutan, mereka terus berbincang-bincang sehingga meraka lupa yang mereka katakan sebelum masuk hutan untuk berhati-hati. Sekarang mereka tergantung disalah satu pohon ditengah hutan.


*bersambung...*

No comments:

Post a Comment